Flicker Images

Rabu, 14 Agustus 2019

SHAHIH AT-TARGHIB WA AT-TARHIB

Hasil gambar untuk ringkasan shahih at targhib wa at tarhib
Salah satu penyakit kronis yang sangat merusak di tengah masyarakat adalah tersebar luasnya banyak hadits-hadits dha’if bahkan maudhu’, sehingga akidah sebagian kaum muslimin bercampur  dengan syubhat, dan ibadah bercampur dengan bid’ah. 

Maka demi mengikis semua itu, sudah saatnya kaum muslimin melakukan tindakan nyata, menyeleksi hadits-hadits Nabi shalallahu alaihi wasalam  dan mendasari akidah dan ibadah mereka dengan yang shahih-shahih saja. Dan usaha menerjemahkan serta menerbitkan buku Shahih At-Targhib wa at-Tarhib ini, adalah salah satu usaha kami untuk ikut berbuat nyata dalam masalah yang penting ini.

Dalam mukadimah, Syaikh Nashirudin Al-Albani Rahimahullah, mengulas masalah ini secara jelas dan dengan hujjah-hujjah yang kokoh sebagaimana biasanya seorang ulama Ahlus Sunnah. Beliau berkata, “Ketahuilah, semoga Allah memberi Anda taufik, bahwa setiap orang yang mampu untuk membedakan antara riwayat yang shahih dengan yang cacat, antara rawi yang tsiqah dengan rawi yang tertuduh, maka dia wajib untuk tidak meriwayatkan, kecuali apa yang diketahui kebenaran sumbernya dan kejujuran orang-orang yang meriwayatkannya. Dia harus menghindari apa yang bersumber dari orang-orang yang tertuduh dan para ahli bid’ah yang menyelisihi kebenaran(http://www.darulhaq.com/resensi-buku-shahih-targib-wa-tarhib/)

Pingin kitab SHAHIH AT-TARGHIB WA AT-TARHIB yang versi gratisan .....Klik...Download

Semoga bermanfaat

Selasa, 13 Agustus 2019

Tiga Landasan Utama Dienul Islam Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab

Hasil gambar untuk ushul tsalatsahTIGA LANDASAN UTAMA

Oleh : Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab

Akhi (Saudaraku).
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada anda.

Ketahuilah, bahwa wajib bagi kita untuk mendalami empat masalah, yaitu :
1. Ilmu, ialah mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya dan mengenal agama Islam berdasarkan dalil-dalil.

2. Amal, ialah menerapkan ilmu ini.

3. Da’wah, ialah mengajak orang lain kepada ilmu ini.

4. Sabar, ialah tabah dan tangguh menghadapi segala rintangan dalam menuntut ilmu, mengamalkannya dan berda’wah kepadanya.

Dalilnya, firman Allah Ta’ala.

وَالْعَصْرِ﴿١﴾إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ﴿٢﴾إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Demi masa. Sesungguhnya setiap manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, melakukan segala amal shalih dan saling nasihat-menasihati untuk (menegakkan) yang haq, serta nasehat-menasehati untuk (berlaku) sabar”. [al-‘Ashr/103: 1-3].

Imam Asy-Syafi’i[1] rahimahullah Ta’ala, mengatakan :”Seandainya Allah hanya menurunkan surah ini saja sebagai hujjah buat makhluk-Nya, tanpa hujjah lain, sungguh telah cukup surah ini sebagai hujjah bagi mereka”.

Dan Imam Al-Bukhari[2] rahimahullah Ta’ala, mengatakan :”Bab Ilmu didahulukan sebelum ucapan dan perbuatan”.

Dalilnya firman Allah Ta’ala.

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ

“Maka ketahuilah, sesungguhnya tiada sesembahan (yang haq) selain Allah dan mohonlah ampunan atas dosamu”. [Muhammad/47: 19]

Dalam ayat ini, Allah memerintahkan terlebih dahulu untuk berilmu (berpengetahuan) …. ..” [3] sebelum ucapan dan perbuatan.

Akhi (Saudaraku).
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada anda.

Dan ketahuilah, bahwa wajib bagi setiap muslim dan muslimah untuk mempelajari dan mengamalkan ketiga perkara ini :

1. Bahwa Allah-lah yang menciptakan kita dan yang memberi rizki kepada kita. Allah tidak membiarkan kita begitu saja dalam kebingungan, tetapi mengutus kepada kita seorang rasul, maka barangsiapa mentaati rasul tersebut pasti akan masuk surga dan barangsiapa menyalahinya pasti akan masuk neraka.

Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّا أَرْسَلْنَا إِلَيْكُمْ رَسُولًا شَاهِدًا عَلَيْكُمْ كَمَا أَرْسَلْنَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ رَسُولًا﴿١٥﴾فَعَصَىٰ فِرْعَوْنُ الرَّسُولَ فَأَخَذْنَاهُ أَخْذًا وَبِيلًا

“Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kamu seorang rasul yang menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus kepada Fir’aun seorang rasul, tetapi Fir’aun mendurhakai rasul itu, maka Kami siksa ia dengan siksaan yang berat”. [al-Muzammil /73: 15-16]

2. Bahwa Allah tidak rela, jika dalam ibadah yang ditujukan kepada-Nya, Dia dipersekutukan dengan sesuatu apapun, baik dengan seorang malaikat yang terdekat atau dengan seorang nabi yang diutus manjadi rasul.

Allah Ta’ala berfirman :

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا

“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah, karena itu janganlah kamu menyembah seorang-pun di dalamnya disamping (menyembah) Allah”. [al-Jinn/72: 18]

3. Bahwa barangsiapa yang mentaati Rasulullah serta mentauhidkan Allah, tidak boleh bersahabat dengan orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya, sekalipun mereka itu keluarga dekat.

Allah Ta’ala berfirman :

لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ ۖ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ أُولَٰئِكَ حِزْبُ اللَّهِ ۚ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Kamu tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang itu bapak-bapak, atau anak-anak, atau saudara-saudara, ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah mantapkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari-Nya dan mereka akan dimasukkan-Nya ke dalam surga-surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung”. [al-Mujaadalah/58: 22]

Akhi (Saudaraku).
Semoga Allah mebimbing anda untuk taat kepada-Nya.

Ketahuilah, bahwa Islam yang merupakan tuntunan Nabi Ibrahim adalah ibadah kepada Allah semata dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Itulah yang diperintahkan Allah kepada seluruh umat manusia dan hanya itu sebenarnya mereka diciptakan-Nya, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan untuk beribadah kepada-Ku”. [adz-Dzaariyaat/51 : 56]

Ibadah dalam ayat ini, artinya : Tauhid. Dan perintah Allah yang paling agung adalah Tauhid, yaitu : Memurnikan ibadah untuk Allah semata-mata. Sedang larangan Allah yang paling besar adalah syirik, yaitu : Menyembah selain Allah di samping menyembah-Nya.

Allah Ta’ala berfirman :

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Nya”. [an-Nisaa/4: 36]

Kemudian, apabila anda ditanya : Apakah tiga landasan utama yang wajib diketahui oleh manusia ? Maka hendaklah anda jawab : Yaitu mengenal Tuhan Allah ‘Azza wa Jalla, Mengenal agama Islam, dan Mengenal Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

[Disalin dari buku Tiga Landasan Utama, Oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, Dicetak dan Disebarkan oleh Kementrian Urusan Islam, Waqaf, Da’wah dan Penyuluhan Urusan Penerbitan dan Penyebaran Kerajaan Arab Saudi]
_______
Footnote
[1]. Abu Abdillah Muhammad bin Idris bin Al-‘Abbas bin ‘Utsman bin Syafi’i Al-Hasyim Al-Quraisy Al-Muthallibi (150-204H – 767-820M) Salah seorang imam empat. Dilahirkan di Gaza (Palestina) dan meninggal di Cairo. Diantara karya ilmiyahnya Al-Umm, Ar-Risalah dan Al-Musnad
[2]. Abu ‘Abdillah Miuhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah Al- Bukhari (194-256H – 810-870M) Seorang Ulama ahli Hadits. Untuk mengumpulkan hadits ia telah menempuh perjalanan yang panjang, mengunjungi Khurasan, Irak, Mesir dan Syam. Kitab-kitab yang disusunnya antara lain Al-Jaami Ash-Shahih (yang lebih dikenal dengan Shahih Bukhari), At-Taarikh, Adh-Dhu’afaa, Khalq Af’aal al-Ibaad.
[3]. Al-Bukhari dalam Shahih-nya, kitab Al-‘ilm, bab.10


Read more https://almanhaj.or.id/3985-tiga-landasan-utama.html






Versi PDF klik......download

Kaidah – Kaidah Indah Didalam Memahami Tauhid Asma Wa Shifat

Hasil gambar untuk Kaidah – Kaidah Indah Didalam Memahami Tauhid Asma Wa ShifatMakalah ini adalah ringkasan dari kitab Qawaidul Mutsla yang disusun oleh Faqihuz Zaman Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah. Kitab Qawaidul Mutsla berisikan pokok – pokok dan kaidah – kaidah didalam pembahasan tauhid asma washifat, sehingga dengan memahami kaidah – kaidah dan pokok – pokok ini merupakan hal yang sangat penting dan bermanfaat bagi penuntut ilmu yang ingin selamat dalammemahami dan mengamalkan hal – hal yang terkait dengan tauhid asma wa shifat, dan diawal pembahasan ini saya tambahkan keutamaan mempelajari tauhid asma wa
shifat dari dua buah kitab : Sittu Durar karya Syaikh Abdul Malik Ramadhani hafidzahullah dan Fiqhus Asma Wa Shifat karya Syaikh Prof Dr Abdurrazzaq bin AbdulMuhsin Al Badr hafidzahumullah.

Selengkapnya klik Download

4 Kaedah Memahami Tauhid (Syarah Qowa'idul Arba)

Hasil gambar untuk 4 Kaedah Memahami Tauhid (Syarah Qowa'idul Arba)Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, sholawat 'dan salam atas Nabi dan Rasul yang paling mulia. Nabi kita Muhammad #5, beserta keluarganya, dan para sahahabatnya secara keseluruhan.

Amma Ba'du:
Kitab ini adalah kumpulan dari karya AHmam Al-Mujaddid Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.  AkAllamah Asy-Syaikh Shalih bin Fau2an Al-Fauzan, salah satu anggota Haiah Kibaril Ulama Saudi Arabia telah mensyarahnya (menjelaskannya) di dalam kajian ilmiah beliau.Saya sendiri telah menghadap Asy-Syaikh guna meminta persetujuan untuk mentranskrip syarah tersebut, dan beliau menyetujui usulanku itu. Kemudian beliau meneliti, dan memperbaiki seperlunya untuk kemudian dikeluarkan menjadi suatu bentuk kitab, dengan disertakan soal-jawab dari perkara yang sangat penting yang berkaitan dengan syarah risalah ini. 

Hanya kepada Allah Ta'ala aku memohon, semoga Dia membalas sebaik-baik balasan kepada Syaikhuna (guru kami) Asy-Syaikh Shalih, dan semoga Allah memberikan manfaat dengan ilmunya kepada Islam dan kaum muslimin, dan semoga Allah mengampuni Al-lmam Al-Mujaddid Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan semoga Allah Ta'ala memberikan pahala yang besar kepada beliau, kepada kita dan seluruh kaum muslimin.

Download kitab 4 Kaidah Memahami Tauhid klik...........Download


Dasar-dasar Memahami Tauhid Oleh Syaikh Muhammad At-Tamimi

Hasil gambar untuk Dasar-dasar Memahami Tauhid  Oleh Syaikh Muhammad At-TamimiKetahuilah, bahwa sesunguhnya kelurusan ajaran Nabi Ibrahim 'alaihis salam adalah beribadah kepada Allah secara ikhlas dalam melaksanakan ibadah kepada-Nya. Allah berfirman yang artinya: 

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supayamereka beribadah kepada-Ku. (Adz-Dzariyaat 51:56).

Dan bila Anda telah tahu bahwasanya Allah menciptakanmu untuk beribadah kepada-Nya, maka ketahuilah bahwa ibadah tidak disebut ibadah kecuali bila disertai dengan tauhid. Sebagaimana shalat, tidaklah disebut shalat bila tidak disertai dengan bersuci. Bila ibadah dicampuri syirik, maka rusaklah ibadah itu, sebagaimana rusaknya shalat bila disertai adanya hadatz (tidak suci). Allah berfirman [artinya]: 

" Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka itu kekal di dalam neraka" (At-Taubah: 17) 

Oleh karena itu, perlu dipahami bahwa ibadah yang bercampur dengan kesyirikan akan merusak ibadah itu sendiri. Dan ibadah yang bercampur dengan syirik itu akan menggugurkan amal sehingga pelakunya menjadi penghuni neraka, Allah berfirman [artinya]: 

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapayang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar." (An-Nisaa': 48)

Kemurnian ibadah akan mampu dicapai bila memahami 4 kaidah yang telah Allah nyatakan dalam firman-Nya selengkapnya KLIK.....download

PENTINGNYA MEMPELAJARI TAUHID


Hasil gambar untuk Kitab aqidahIlmu Tauhid merupakan ilmu yang sangat mulia, sangat tinggi kedudukannya dan sangat menentukan, umat manusia sangat membutuhkannya melebihi segala kebutuhan, sangatlah penting melebihi segala kepentingan. Sebab hati tidaklah mungkin hidup, tidak akan memperoleh kenikmatan dan ketenangan kecuali dengan mengenal Rabbnya, sesembahannya dan penciptanya. Dan juga mengenal Asma dan Shifat Rabb Ta’ala.

Menjadi hajat setiap manusia yang ingin selamat di dunia dan di akhirat agar bersungguh-sungguh mempelajari tauhid, memahami tauhid, dan mengamalkan tauhid beserta seluruh konsekuensi-konsekuensinya. Dan tidak ada cara lain, agar dapat memahami tauhid dengan pemahaman yang lurus dan benar, melainkan dengan mempelajari tauhid dari Al Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman salafush shalih, disertai bantuan kitab-kitab, ucapan-ucapan, dan bimbingan-bimbingan para ulama.

Kitab Pentingnya Mempelajari Tauhid yang di susun oleh Ustadz Abu Asma Andre dapat anda peroleh dengan klik.....Download

KITAB KAIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH

Hasil gambar untuk Qa'idah Ahlus Sunnah wal jama'ah ibnu taimiyahIni adalah risalah sangat berharga yang ditulis oleh Syaikhul Islam, juga tulisan sangat  bermanfaat yang menjelaskan kepada ahli kiblat (kaum muslimin) yang telah dipecah belah oleh syetan denganhawa nafsu kebid'ahan dan'ashabiyah madzhab.

Beliau adalah pembela As-Sunnah yang amat kuatpedomarinya, paling bagus kritikannya terhadap bid'ah baik dengan pena ataupun lisan. Metode
beliau dalam membantah ahli.bid'ah adalah dengan penjelasan yang benar disertai dalil serta menghukumi apa-apa yang menyelisihinya berupasyirik, kufur, bid'ah namun tanpa memastikan
kekafiran individu tertentu jika disebabkan adanya Qa'idah Ahlus Sunnah wal lama'ah.

Qa'idah Ahlus Sunnah wal Jama'ah Download